Perkembangan teknologi yang teramat cepat, mendatangkan banyak kemudahan di sana-sini, termasuk dalam investasi. Fintech Peer to Peer lending atau p2p lending menjadi salah satu jenis investasi yang cukup diminati oleh banyak orang belakangan ini.

Masih Penasaran dengan apa itu p2p lending? Simak ulasan ini sampai selesai untuk meraup informasi lengkapnya.

Seputar P2P Lending

Pertumbuhan aplikasi keuangan resmi yang sangat pesat, membuat pendanaan dalam peer to peer lending menjadi sangat mudah. Tidak hanya untuk para pebisnis UMKM, peer to peer lending mencakup akses pinjaman sampai kepada mereka yang membutuhkan dana untuk Kesehatan dan Pendidikan, sesuai dengan standarnya. 

Kemudian, bersumber pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan, p2p lending adalah Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Namun, untuk penjelasan panjangnya adalah sebagai berikut “Layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman berbasis teknologi informasi.”

Terhitung sampai 24 Juni 2021, sudah ada 121 perusahaan Fintech Lending atau Peer to Peer Lending yang terdaftar resmi dan diawasi OJK. Terdapat juga beberapa perusahaan yang dibatalkan tanda bukti terdaftarnya oleh OJK sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. 

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan terus menghimbau masyarakat untuk menjauhi peer to peer lending yang tidak terdaftar dan diawasi OJK.

Keunggulan P2P Lending

P2P Lending memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan pinjaman biasa. Untuk seorang penerima pinjaman, pengajuan kredit bisa dilakukan secara langsung kepada pemilik dana, dengan proses yang lebih mudah dan cepat. Untuk pemberi pinjaman sendiri, platform peer to peer lending menjanjikan return yang lebih tinggi, juga akses pinjaman langsung kepada debitur.

Risiko P2P Lending

Berinvestasi di p2p lending aman selama perusahaan tempat berinvestasi, terdaftar dan terawasi oleh OJK. Meskipun begitu, sebelum fix membekukan uang di peer to peer lending, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk resiko yang mungkin terjadi. Langkah pertama sebelum berinvestasi, memang memahami resiko, supaya tidak menyesal di kemudian hari.

Pertama-tama yang perlu dipahami, uang yang sudah dipinjamkan di peer to peer lending, akan menjadi uang beku yang tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Hanya ketika masa tenor sudah habis, uang baru akan cair Kembali, dan bisa ditarik. Jadi, pahami profil investasi beserta risk apetite-nya, sehingga dapat dicari cara mengatasi dan mengelolanya. 

Pinjaman di peer to peer lending juga memiliki kemungkinan gagal bayar oleh si penerima pinjaman. Oleh sebab itu, jangan terlalu terfokus dan memorsir sejumlah besar dana yang dimiliki pada satu peminjam, tetapi lakukan diversifikasi pinjaman, untuk memperbesar kemungkinan aman dalam berinvestasi.

Itulah ulasan singkat tentang p2p Lending berdasarkan OJK, keunggulan dan resiko dari peer to peer lending sendiri.

Recommended Articles

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *